Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekonomi Tanpa Barrier Covid-19, Adira Finance Tumbuh 43 Persen per Semester I/2023

Kondisi tumbuhnya penjualan otomotif baru, dan pemulihan aktivitas ekonomi pasaca Covid-19 tentunya jadi pendorong utama pertumbuhan Adira Finance.
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis/Endang Muchtar
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menilai pulihnya aktivitas ekonomi pasca pandemi Covid-19 turut mendorong pembiayaan baru. 

Anak perusahaan Bank Danamon tersebut mencatatkan pembiayaan baru Rp20,4 triliun pada semester I/2023. Angka tersebut tumbuh sekitar 43 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni Rp14,3 triliun.

“Kondisi tumbuhnya penjualan otomotif baru, dan pemulihan aktivitas ekonomi pasaca Covid-19 tentunya jadi pendorong utama,” kata Chief Financial Officer (CFO) Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa kepada Bisnis, Kamis (10/8/2023). 

Gani melanjutkan kolaborasi dengan induk perusahaan, Bank Danamon juga turut mempercepat pertumbuhan piutang kendaraan roda empat. Terlebih, lanjut dia karena KPM Prima mulai dikenal dan banyak dimanfaatkan konsumen Bank Danamon. 

Di sisi lain, untuk pertumbuhan pembiayaan baru (new disbursement) Adira Finance akan menargetkan 20-25 persen pertumbuhan dibandingkan pada 2022.

Adira Finance diketahui membukukan pembiayaan baru total sebesar Rp31,7 triliun pada 2022.

Dikutip dari laporan keuangan di laman resmi perusahaan, Adira Finance membukukan laba tahun berjalan sebanyak Rp818,46 miliar pada semester I/2023.

Perusahaan mengalami peningkatan laba sebesar 23,79 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencetak Rp661,17 miliar.

Perolehan laba perusahaan ditopang oleh total pendapatan yang meningkat 9,55 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp4,13 triliun pada 30 Juni 2022 menjadi Rp4,52 triliun pada periode yang sama 2023.

Perinciannya, pos pembiayaan konsumen mencapai Rp2,95 triliun atau naik 8,76 persen yoy dari Rp2,71 triliun. Pertumbuhan juga terjadi pada pos sewa pembiayaan yang melesat 162,22 persen yoy dari Rp24,76 miliar menjadi Rp64,92 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper