Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos BNC (BBYB) Buka-bukaan Soal Rencana Berburu Tambahan Modal pada 2023

Direktur Utama BNC Tjandra Gunawan mengonfirmasi bahwa perseroan berencana menggelar rights issue lagi pada tahun depan. 
Karyawan melayani nasabah di Digital Lounge PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) di Jakarta, Selasa (27/9/2022). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan melayani nasabah di Digital Lounge PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) di Jakarta, Selasa (27/9/2022). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Neo Commerce Tbk. atau BNC (BBYB) berencana untuk kembali berburu modal pada 2023. Kendati demikian, rencana tersebut masih akan mempertimbangkan sejumlah faktor termasuk kondisi makroekonomi ke depan.

Direktur Utama BNC Tjandra Gunawan mengonfirmasi bahwa perseroan berencana menggelar rights issue pada tahun depan dengan perkiraan dana yang dibidik mencapai Rp3 triliun.  

“Rencananya seperti itu, masih fluid tapi ada rencana seperti itu. [Jumlahnya] belum bisa dipastikan, tapi rencananya kalau semisal jadi di Rp3 triliun, kalau jadi ya,” ujarnya ketika ditemui di Jakarta, pekan lalu.

Dia menyampaikan bahwa rencana tersebut belum bisa dipastikan karena kondisi makroekonomi saat ini masih diliputi ketidakpastian. Hal tersebut membuat emiten bersandi saham BBYB ini menurunkan target rights issue dari Rp5 triliun ke Rp1,7 triliun.

Perseroan diketahui akan menjalankan aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue pada pertengahan November 2022, dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,61 miliar saham.

Dalam aksi korporasi tersebut, BBYB menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp650 per saham sehingga perkiraan target dana yang diperoleh mencapai Rp1,7 triliun. Raihan dana tersebut akan digunakan perseroan untuk mendukung rencana ekspansi kredit.

“Ketidakpastian masih tinggi, nah kami mengukur dulu. Jadi Rp1,7 triliun ini kami lihat masih bisa menjadi bahan untuk ke depan. Tinggal kami lihat pada saat kami sudah bisa memaksimalkan Rp1,7 triliun, nah ada kebutuhan lagi baru kami cari lagi,” tutur Tjandra.

Ketika ditanya soal kehadiran investor baru, Tjandra mengaku belum bisa memberikan jawaban. Namun, dia mengungkapkan saat ini investor terbagi dalam dua tipe, yakni investor yang masih memiliki selera atau appetite terhadap perusahaan teknologi dan yang tidak berselera.

“Jadi, tinggal tunggu waktu saja. Pada akhirnya yang tadinya tidak punya appetite, lama-lama akan balik karena kita bicara perusahaan teknologi adalah bisnis masa depan. Kalau ditanya ada investor baru atau tidak, tunggu saja tanggal mainnya,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper