Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Bukopin Tbk tengah berambisi untuk bertransformasi menjadi salah satu pemain dalam industri fintech di Indonesia. Guna mendukung transformasi tersebut, bank berumur 47 tahun tersebut tengah giat mendukung pengembangan start up.
Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi menyatakan tahun ini pihaknya mengalokasikan investasi sekitar Rp300 miliar - Rp400 miliar untuk pengembangan information technology internal perseroan serta untuk pengembangan start up.
Terkait pengembangan startup, bank berkode BBKP itu bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam gerakan nasional 1.000 startup digital untuk mendukung tumbuhnya ekosistem usaha rintisan fintech.
“Kami berkolaborasi dengan KIBAR [perusahaan konsultan IT] untuk membuat BNVLabs, yakni program terintegrasi atau semacam wadah inkubasi bisnis untuk mendorong berkembangnya eksostem fintech di Indonesia,” kata Glen saat peluncurkan BNVLabs di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Kamis (2/3/2017).
Dia menjelaskan, nantinya ada tiga fokus utama BNVLabs antara lain mendorong transformasi dan menghubungkan bank dengan pelaku startup yang mempunyai kesamaan visi.
Kedua, BNVLabs akan menjalankan program inkubasi startup dengan foku pada integrasi solusi digital untuk memaksimalkan sistem perbankan digital. Ketiga, BNVLabs sebagai incubator bisa menghadirkan ruang kolaborasi bagi perusahaan rintisan di berbagai bidang.