JAKARTA: Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar melantik mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Bambang Hendarso Danuri sebagai Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) sore ini.
Mustafa mengharapkan Bambang yang memiliki latar belakang Kepolisian dapat menertibkan perilaku nakal masyarakat yang sering melakukan kerusakan terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian.
Kalau Kapolri yang pegang, saya rasa beliau ini sudah sangat berpengalaman untuk menangani aksi-aksi iseng seperti itu, ujarnya usai pelantikan komisaris dan direksi PT KAI dan Bulog sore ini.
Menurut Mustafa, selama ini sering terjadi aksi-aksi pengrusakan sarana dan prasaran kereta api yang merugikan negara dan PT KAI sendiri, seperti aksi pelemparan batu. Aksi kenakalan yang sering dilakukan oleh anak-anak tersebut perlu ditertibkan.
Mengingat keadaan seperti itu yang sering dialami pihak manajemen PT KAI, kami mempersilakan posisi tersebut dipegang oleh Pak Danuri, tuturnya.
Mustafa mengatakan masyarakat tidak perlu curiga terhadap pengangkatan Bambang ini. Dia menambahkan perlu dilihat dulu kinerja Bambang nanti sebagai Komut KAI baru masyarakat bisa menilai apakah dia pantas atau tidak.
Jangan mengambil kesimpulan dulu, kalau dia memang tidak memiliki profesionalisme dan pengalaman yang mendukung tidak mungkin diangkat, paparnya.
Bambang sendiri tidak hadir dalam pelantikan tersebut karena sedang berada di Medan. Sebelumnya, posisi Komut PT KAI dipegang oleh Budhi Muliawan S. sebagai pejabat sementara PT KAI.
Selain Bambang, Mustafa juga melantik jejeran dewan komisaris PT KAI, yaitu Ashwin Sasongko dan Herry Bakti Singayuda Gumai sebagai anggota Dewan Komisaris menggantikan Hekinus Manao dan Koessuyudono.
Herry Bakti sendiri saat ini masih menjabat sebagai Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
Untuk posisi Direktur Keuangan PT KAI yang sebelumnya dipegang oleh Achmad Kuntjoro, kini diisi oleh Kurniadi Atmosasmito. Sementara itu, Julison Arifin sebagai Direktur Pengembangan Usaha yang kemudian menjadi Divisi Keselamatan dan Manajemen Risiko digantikan oleh Rono Pradipto.(arh)