JAKARTA: PT Navigat Organic Energy Indonesia membidik beberapa proyek pembangkitan yang digelar PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tahun ini, selain tetap mengincar tender proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).
Presiden Direktur Navigat Agus N. Santoso mengungkapkan pihaknya sedang mengincar beberapa tender pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) yang targetnya bisa berjalan tahun ini. Adapun proyek tersebut nantinya berstatus IPP (independent power producer). Akan tetapi, dia masih enggan menyebutkan identitas dari proyek-proyek tersebut.
"Ada beberapa tender pembangkit tenaga gas yang kami ikuti di daerah seperti Sumatera. Saya belum bisa publikasikan namanya. Kami juga ikut masuk ke tender pembangkit yang renewable energi. Kalau dapat semuanya kemungkinan bisa jalan mulai tahun ini," ujar Agus kepada Bisnis, belum lama ini.
Selain itu, Agus mengatakan pihaknya saat ini juga sedang menjalani studi kelayakan terkait proyek PLTA di Jawa Barat yang rencananya akan dibangun dengan kapasitas 5-10 megawatt (MW). Lebih lanjut, Agus menyebutkan kalau tender-tender yang tengah diikutinya bukan termasuk dalam proyek kelistrikan PLN 10.000 megawatt (MW) tahap II.
Navigat nyatanya masih terus mengincar beberapa tender PLTSa antara lain di tiga tempat pembuangan akhir (TPA) yakni TPA Benowo Surabaya, TPA Gedebage Bandung, dan TPA Medan.
Selain mengincar proyek di Tanah Air, Navigat sempat melirik dua proyek PLTSa di luar negeri tahun ini tepatnya di Filipina dan Thailand. Terkait perkembangan tender tersebut, kata Agus, pihaknya sudah memutuskan untuk membatalkan ikut proyek PLTSa yang di Thailand. Sementara untuk tender yang di Filipina, Agus mengungkapkan pihaknya juga kemungkinan besar akan membatalkan rencana keikutsertaannya.
Selama ini, Navigat sudah membangun dua PLTSa yakni PLTSa Suwung Denpasar Bali dan PLTSa Bantar Gebang Bekasi. Khusus untuk proyek PLTSa Bantar Gebang yang rencananya akan memiliki kapasitas 26 MW, kini masih terkendala masalah perizinan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh. Akibatnya, PLTSa tersebut belum bisa efektif beroperasi.
Agus sempat menjelaskan kalau pihaknya sudah memiliki semua perizinan yang diperlukan untuk PLTSa Bantar Gebang. Akan tetapi, lantaran izin persetujuan harga belum dikeluarkan maka pengoperasian PLTSa Bantar Gebang menjadi terhambat.
Kapasitas PLTSa Bantar Gebang yang sudah terpasang saat ini adalah 4 MW dari total keseluruhan yang direncanakan sebesar 26 MW di 2012. Tahun ini Navigat menargetkan kapasitas PLTSa Bantar Gebang sebesar 14 MW. Pembangunan PLTSa Bantar Gebang sudah dimulai sejak pertengahan 2009. Pihak Navigat menggandeng PT Godang Tua Jaya untuk pengelolaan PLTSa tersebut.
Sementara untuk PLTSa Suwung yang menjadi proyek pertama Navigat, pembangunannya direncanakan akan memiliki kapasitas total sebesar 9,6 MW. Hingga saat ini, kapasitas yang sudah terpasang di PLTSa Suwung sebesar 2 MW. Agus menargetkan tahun ini pihaknya bisa menambah 5-6 MW untuk pembangkit tersebut.