Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

JAKARTA: Para pengusaha dipastikan segera menyesuaikan harga barang hasil industri secara bertahap jika kebijakan penaikan tarif listrik industri tetap diberlakukan.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Erwin Aksa mengatakan pencabutan batas atas atau capping tarif dasar listrik bagi industri pada awal tahun ini kurang pas, karena pengusaha tengah menghadapi kenaikan bahan baku.

Kenaikan tarif listrik ini kurang pas karena dilakukan saat momentum harga pokok juga naik. Harga pangan tengah bergejolak, ujarnya Erwin seusai menemui Wapres Boediono, hari ini.

Dia mengatakan meskipun berat, secara terpaksa para pengusaha akan menaikkan harga-harga barang industri. Namun, penyesuaian harga ini butuh waktu lama karena menaikkan harga barang juga bukan solusi yang pas ditengah gempuran barang impor yang tinggi dengan harga yang bersaing.

Kenaikan harga secara drastis justru akan menghancurkan industri karena bisa ditinggal konsumen. Menurut dia, kenaikan tarif listrik industri ini akan menambah beban pabrik sebesar 20%-25%

Penyesuaian harga juga tidak secapat itu butuh waktu untuk menyesuaikan. Kalau kenaikan harga sangat drastis dilakukan industri maka, barang bisa tidak laku, katanya.

Pada pertemuan itu, Hipmi mengajak Wapres Boediono untuk membuka sidang pleno dan munas yang akan digelar di Banjarmasin pada 21 Januari. Munas ini juga akan membahas mengenai kondisi industri dalam negeri.(yn)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Mursito

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper