Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kadin prediksi waralaba tumbuh 11%

JAKARTA: Pertumbuhan usaha waralaba nasional pada tahun ini berpotensi mencapai 11%, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan 2010 yang hanya 8%.

JAKARTA: Pertumbuhan usaha waralaba nasional pada tahun ini berpotensi mencapai 11%, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan 2010 yang hanya 8%.

Amir Karamoy, Ketua Komite Tetap Waralaba, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), optimistis pertumbuhan waralaba dapat menyentuh double digit karena didorong pertumbuhan ekonomi nasional."2011 akan terjadi lonjakan luar biasa [franchisor] dari luar [yang masuk] ke dalam karena ekonomi [Indonesia] semakin baik. Pada saat bersamaan franchisor lokal akan banyak keluar, didorong oleh program ekspor waralaba yang didukung pemerintah, Kadin, dan Wali," ungkap Amir saat dihubungi Bisnis hari ini.Dia menjelaskan setidaknya ada delapan waralaba yang sudah melakukan penjajakan dan berkonsultasi untuk memasuki pasar Indonesia. Kedelapan waralaba itu kebanyakan berasal dari Asia Tenggara, tetapi ada juga peminat dari Jepang. Namun, dia mengakui kedelapan waralaba itu belum melakukan registrasi karena masih menimbang persoalan regulasi, pajak dan situasi perekonomian Indonesia.Sementara itu, untuk mendorong ekspansi waralaba lokal ke internasional, Kadin bersama Wali, dengan meminta kerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) kembali akan mengadakan seleksi ekspor waralaba untuk membantu waralaba lokal menjajaki pasar di luar Indonesia.Amir menargetkan tahun ini dapat menjaring 20 waralaba lokal, sehingga menjadi 34 waralaba, termasuk yang terjaring pada 2010. Dengan demikian dia mengharapkan setidaknya ada 34 waralaba lokal yang go international."Saya ingin yang terpilih [dalam seleksi ekspor waralaba] benar benar yang terbaik. Dapat membawa nama Indonesia, sekaligus juga menguntungkan untuk usaha mereka," tambah Amir.Menurut Amir, pertumbuhan normal waralaba seharusnya dua kali lipat dari pertumbuhan nasional. Oleh karena itu, pertumbuhan 2010 yang mencapai 8%, walaupun cukup signifikan, dianggap belum maksimal. "Jadi kalo pertumbuhan nasional 6%, seharusnya 12% rata-rata. 8% itu so so lah," imbuhnya. (mfm)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ria Indhryani
Editor : Mursito

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper