Bisnis.com, BANDUNG- Balai Besar Bahan dan Barang Teknologi (B4T) yang merupakan unit teknis dari Kementerian Perindustrian akan memperluas kemitraan dengan kalangan industri, terlebih membantu para pelaku usaha mengadopsi perkembangan teknologi terkini.
Kepala B4T Budi Susanto mengungkapkan sebagai unit teknis di bawah Kemenperin, lembaga itu mempunyai tugas melakukan riset dan pengembangan. Selain itu, katanya, terdapat tugas penting lainnya yakni melakukan kemitraan dengan industri melalui pelayanan yang tersedia di laboratorium B4T.
Untuk penelitian dan pengembangan produk industri, B4T ditugasi melakukan penyusunan standar acuan, pengembangan produk industri strategis. “Dan kami juga menyerap kebutuhan industri untuk kami kembangkan, seperti misal baterai listrik kendaraan,” ungkapnya di sela acara Temu Bisnis dengan Para Mitra di Bandung, Rabu (15/11/2017).
Pada kegiatan temu bisnis, B4T mengumpulkan sekitar 75 industri yang merupakan mitra balai. Saat ini, sedikitnya 2.600 perusahaan menggunakan jasa B4T dalam pengembangan bisnis.
B4T mempunyai fasilitas yang dapat dimanfaatkan kepentingan industri seperti laboratorium, pengujian, kalibrasi, akreditasi serta melakukan sertifikasi manajemen mutu, dan lingkungan. Selain perusahaan dalam negeri, mitra B4T juga berasal dari negara lain di kawasan Asia Tenggara, Tiongkok, Korea, Jepang, India, dan Amerika Serikat.
Budi mengatakan saat ini balai juga berperan melakukan pembimbingan bagi industri kelas IKM. Sebab, katanya, penguatan IKM mutlak dibutuhkan seiring penerapan regulasi standar nasional Indonesia (SNI).
“Banyak dari mereka yang kesulitan, kami bimbing hingga produk sesuai SNI, kalau tidak mereka tidak bisa memasarkan produk kepada umum maupun mengikuti tender pemerintah,” ungkapnya.