Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emas menguat di hari ke-9 terangkat saham

NEW YORK: Harga emas menguat di hari ke-9 berturut-turut di tengah kekhawatiran AS semakin mendekati penurunan peringkat kreditnya.

NEW YORK: Harga emas menguat di hari ke-9 berturut-turut di tengah kekhawatiran AS semakin mendekati penurunan peringkat kreditnya. Sementara itu, harga minyak mengalami reli meneruskan kenaikan di pekan ketiga berturut-turut, dan indeks Standard & Poor’s 500 naik di tengah penguatan harga saham energi dan teknologi. Kontrak emas naik 0,3% menjadi US$1.593,80 per ounce pada pukul 4 p.m. di New York dan telah menguat 7,5% sejak 1 Juli. Indeks Dollar turun 0,2% karena delapan bank gagal lolos uji stress Uni Eropa. Minyak mentah naik 1,6% menjadi US$97,24 per barel. Indeks S&P 500 mendaki 0,6%, sehingga penurunannya pekan ini menjadi sebesar 2,1%. Indeks S&P 500 mengalami reli 93% dari posisi rendah pada Maret 2009 hingga kemarin karena Federal Reserve memakai pembelian asset skala besar untuk mendorong ekonomi dan sejumlah perusahaan membukukan pendapatan yang melampaui estimasi analis. Sejumlah saham memperkecil penguatannya hari ini setelah indeks pendahuluan Thomson Reuters/University of Michigan untuk sentimen konsumen turun menjadii 63,8 pada Juli dari 71,5 di bulan sebelumnya. Indeks itu diproyeksikan bakal naik menjadi 72,2 dalam perkiraan menengah para ekonom yang disurvei Bloomberg News. Harga emas naik 0,3% yang merupakan penguatan di hari ke-9 berturut-turut, reli terpanjang sejak November 2009, karena krisis  utang di AS dan Eropa mengangkat kinerja logam mulia itu sebagai lindung nilai. Harga emas telah menguat 3,4% pekan ini. Harga minyak mentah naik 2,1% ditutup di level US$97,24 per barel, atau naik 1,6%. Selama pekan ini harga telah menguat 1,1% dan telah melonjak 27% pada tahun lalu.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Newswire

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper