Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

'Revitalisasi pasar jangan pakai pihak ketiga'

BANDUNG (bisnisjabar.com): Pedagang pasar tradisional di Kota Bandung meminta agar revitalisasi pasar tidak menggunakan pihak ketiga.

BANDUNG (bisnisjabar.com): Pedagang pasar tradisional di Kota Bandung meminta agar revitalisasi pasar tidak menggunakan pihak ketiga. Agus Fadillah, Ketua II Persatuan Pedagang Pasar Tradisional (Pesat) Jawa Barat, mengatakan keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan pasar lebih banyak merugikan pedagang. “Jika pembangunan diserahkan pada pihak pengembang, maka imbasnya seringkali pada tarif sewa yang mahal,” katanya hari ini. Menurutnya, revitalisasi pasar tradisional memang bermanfaat bagi pedagang terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat seiring dengan maraknya mal dan pasar modern di kota ini. Dengan dilaksanakannya revitalisasi, citra pasar tradisional yang buruk, becek, bau, dan tidak tertib akan berubah menjadi pasar yang nyaman dan bersih. Namun untuk mendapatkan itu semua, katanya, para pedagang harus  membayar lebih mahal ongkos sewa. Pada akhirnya banyak pedagang kecil tersingkir. Sebagai contoh, katanya, pada revitalisasi pasar Cicadas yang melibatkan pihak ketiga dalam pembangunannya. Dia mengungkapkan para pedagang menilai  Pemkot Bandung tidak adil dalam penempatan lokasi tempat berjualan  karena mahalnya ongkos sewa yang mencapai Rp 9 juta permeter perseginya. Oleh karena itu, Agus mengusulkan kepada pemerintah lebih baik pelaksanaan revitalisasi pasar tradisional murni menggunakan dana APBD atau koperasi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Newswire

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper