Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Oleh: Bambang P. Jatmiko JAKARTA: Menteri Keuangan Agus Martowardojo meminta sejumlah BUMN melakukan go public agar pengelolaan perusahaan menjadi lebih transparan. Beberapa BUMN yang didorong melakukan go public di antaranya perusahaan yang selama ini melakukan monopoli dalam pengelolaan bandar udara dan pelabuhan. "Kami berharap Kementerian BUMN lebih banyak lagi melakukan go public melalui IPO [initial public offering/penawaran publik  perdana] agar pengelolaan perusahaan menjadi lebih terbuka," ujarnya semalam. Selain itu, Menteri Keuangan juga meminta beberapa BUMN yang masih bestatus perusahaan umum (Perum) diubah menjadi perusahaan terbatas (PT) agar langkah masuk ke pasar finansial bisa berjalan lancar. "Kalau masih berstatus Perum, banyak persyaratan yang harus dihadapi. Kecuali jika perusahaan sudah berbentuk PT," lanjut Agus. Berdasarkan catatan Bisnis, Kementerian BUMN akan memprivatisasi tujuh perusahaan pada 2011. Beberapa perusahaan yang akan diprivatisasi di antaranya PT Hutama Karya (Persero), PT Jasindo (Persero), PT Rekayasa Industri (Persero), PT Semen Baturaja (Persero). Selain itu, pemerintah juga akan memprivatisasi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) serta PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Saham yang akan dilepas pemerintah ke pasar maupun ke pembeli lain berkisar antara 25% hingga 40%. Pemerintah berupaya untuk tetap menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan-perusahaan tersebut. Sementara itu, untuk BUMN yang akan berubah statusnya dari Perum menjadi PT adalah Perum Perumnas dan perum Pegadaian. Perubahan status dua perusahaan itu masih dibahas di Kementerian BUMN.(yn)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Newswire

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper